“Mengingat-ingat bahwa aku akan mati adalah alat yang paling penting yang pernah aku jumpai untuk membantuku membuat keputusan besar dalam hidup. Karena nyaris semuanya, semua harapan dari luar, semua kebanggaan, semua ketakutan dan rasa malu atau kegagalan, semuanya akan musnah di hadapan maut, menyisakan apa yang penting saja. Mengingat-ingat bahwa kalian akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk terhindar dari perangkap bahwa kita akan kehilangan sesuatu. Kita semua telanjang. Tidak ada alasan untuk tak mengikuti hatimu.
Waktumu terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjadi orang lain. Jangan terjebak dengan dogma, yakni hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan riuhnya opini orang lain menenggelamkan suara hatimu.”

#Ucapan Steve Jobs dihadapan ratusan wisudawan Stanford University tahun 2005

Sahabat…

Seringkali kita tidak sadar sesungguhnya kita telah menjadi orang lain, dan meninggalkan entitas diri kita sebenarnya.

Seringkali kita terlalu memaksakan diri menjadi apa yang televisi katakan dan artis idola kita gunakan.

Seringkali kita tidak mengindahkan suara hati demi sebuah gengsi dan label keren dimata orang lain.

Seringkali kita melanggar apa yang Tuhan larang demi ingin menjadi apa yang menurut orang lain tidak ketinggalan zaman.

Sahabat…

Tidakkah kita sadar betapa ALLAH telah menciptakan kita sedemikian menakjubkan? Diberi kemampuan melakukan apa yang mahluk lain tidak bisa lakukan.

Tidakkah kita sadar betapa ALLAH telah menghadirkan kita di muka bumi ini sebagai seorang pemimpin? Diberi akal, nurani, dan nafsu untuk menjadikan kita sebagai aktor-aktor pelaku kebaikan.

Tidakkah kita sadar betapa ALLAH telah menciptakan kita sedemikian unik sebagai seorang manusia? Tidak memiliki kesamaan dengan siapapun, baik sifat,  sikap, maupun kemampuan, baik dimasa kini, maupun dimasa mendatang.

Sahabat…

Lalu, mengapa selama ini kita masih saja lebih suka menjadi orang lain ketimbang menjadi diri kita sendiri?

Lalu, mengapa selama ini kita lebih ingin meniru sesuatu yang bertentangan dengan hati kita?

Lalu, mengapa selama ini kita lebih suka cari muka dihaadapan manusia daripada di hadapan Sang Pencipta?

Sahabat…

Jadilah dirimu sendiri…

Janganlah menjadikan dirimu budak atas apa yang orang lain katakan.

Janganlah menjadikan dirimu tidak istimewa karena dandanan, gaya hidup, atau pemikiran mereka yang urakan dan menuhankan zaman.

Janganlah menyiksa perasaanmu dengan memaksanya menjadi apa yang tidak kau ingini.

Sahabat…

Aku adalah Aku

Kau adalah Kau

Kita adalah kita

Maka, kembali menjadi dirimu sendiri, menjadi apa yang ALLAH perintahkan. Karena, kita terlalu istimewa untuk menjadi budak atas sesama ciptaan. Jadilah budak atas Tuhanmu saja. Karena sesungguhnya DIA lah yang MAHA TAHU apa yang baik untukmu dan apa yang tidak baik untukmu.

Selamat menemukan dirimu kembali, sebelum kematian menjemput.

Advertisements