NEGERI NOL BESAR

Karya: Shalahuddin Umar

Menurut cerita negeriku adalah syurga
Gemah ripah loh jinawi, katanya
Tanam satu tumbuh seribu, menurut pepatah lama.
Tak heran bule-bule degil itu berlomba-lomba jadi juara
Naik podium utama angkat senjata
Sedikit modal picik, puaslah mereka jadi penguasa

Tahun berganti tahun dan negeriku masih tetap sama
Masih sama-sama lumpuh tak berdaya
Gempita bekas tanah jajah masih meraja dalam raga
Trauma tindas derita masih berputar-putar di kepala
Padahal pidato merdeka, sejak lama memekik dunia

Musim berganti musim dan negeriku masih juga sama
Masih sama-sama kehilangan jati dirinya
Pornografi dan hura-hura jadi menu utama kaum mudanya
Rakyat, pejabat, sampai ustad sibuk cari nama, tak peduli umat tersesat tak tahu arah
Padahal wacana kiamat sudah dekat selalu bergema dimana-mana

Hujan panas hujan panas dan negeriku masih saja sama
Masih sama-sama tak belajar dari kesalahan lama
Korupsi dan nepotisme jadi budaya
Suap menyuap di atas meja hijau jadi ajang saling bangga
Padahal koar supremasi hukum jadi teriakkan seribu suara mahasiswa

Malam siang malam siang dan negeriku entah kenapa tak jua berbeda
Tetap sama!
Nol baca!
Nol berkaca!

 

 

 

 

Advertisements