Category: SUDUT PANDANG


Bebas Itu…

BEBAS ITU NYATA
Katanya, rok diatas lutut itu lambang kebebasan. Biar bebas berekspresi sesuka hati. Nyatanya saat marak pemerkosaan dalam angkot lantaran rok mini, pemerintah yang dicaci maki bahkan sampai didemo berhari-hari. Terkesan bodoh!

“Menurut gue, bebas itu ya selamat selama masih menutup aurat.”

BEBAS ITU LUCU
Katanya, seks bebas itu hak asasi manusia. Bebas berhubungan dengan siapa saja asal saling suka sama suka. Nyatanya kalau sudah hamil diluar nikah, ujung-ujungnya lapor polisi atau ada juga yang bunuh diri. Terkesan tolol!
Menurut gue, bebas itu ya nikah muda selama gak pake pacaran aja.”

BEBAS ITU ANEH
Katanya, jadi karyawan itu sudah pasti aman. Tiap bulan gajian, dapat bonus tambahan, apalagi uang tunjangan. Syukur-syukur naik jabatan walau harus nunggu tahunan. Nyatanya tersiksa juga, harus berangkat pagi-pagi buta dan pulang larut senja. Kena macet pula, belum lagi diomelin atasan ditempat kerja. Apes-apesnya di PHK kalau perusahaan minim laba. Terlalu beresiko!
Menurut gue, bebas itu ya buka usaha sendiri selama pakai cara halal.”

BEBAS ITU OMONG KOSONG
Katanya, hukum itu dibuat untuk menegakkan keadilan. Menangkap para penjahat dan melindungi rakyat. Nyatanya, masih banyak koruptor yang bebas tanpa syarat dan hakim-hakim yang masih terima suap. Omong kosong!
Menurut gue, bebas itu ya terapkan hukum syariah selama presidennya gak pro JIL, syi’ah, dan Ahmadiyah.”

BEBAS ITU MANDIRI
Katanya, paling enak jadi anak orang kaya. Mau apa aja tinggal minta. Fasilitas mewah, makanan serba ada, cewek-cewek juga pada suka. Gak perlu susah-susah deh pokoknya. Nyatanya, banyak juga tuh yang kena narkoba. Gak peka terhadap rakyat jelata. Cuma bisa nyombongin harta orang tua. Ah, Basi!
Menurut gue, bebas itu ya kerja keras selama gak ninggalin ibadah.”

BEBAS ITU BEDA
Katanya, paling enak jadi diri sendiri asalkan tetap ngikutin gaya artis luar negeri. Hhhh… Hidup ini singkat. Lucu aja kalau buang-buang waktu untuk jadi orang lain. Mendingan jadi diri sendiri, bermanfaat buat banyak orang, dan bergerak membangun negeri. Sambil cari duit, buka lapangan kerja, dan bagi-bagi rizki buat yang gak punya.
Menurut gue, bebas itu ya ikuti kata hati selama gak melanggar perintah agama.”

Always On, Islam itu Indah…

#adaptasi dari iklan 3-Always On

Advertisements

Sahabat, kali ini saya ingin berbagi sebuah video berjudul “Jadilah Manusia, Berhentilah Jadi Mesin”. Link video ini saya dapat dari seorang teman. Isinya menggambarkan bahwa manusia abad 21 ini tidak ada bedanya dengan sebuah mesin atau lebih tepatnya budak. Budak dari siapakah? Silakan simak video ini. Semoga bermanfaat.

The World Is Yours

“Mengingat-ingat bahwa aku akan mati adalah alat yang paling penting yang pernah aku jumpai untuk membantuku membuat keputusan besar dalam hidup. Karena nyaris semuanya, semua harapan dari luar, semua kebanggaan, semua ketakutan dan rasa malu atau kegagalan, semuanya akan musnah di hadapan maut, menyisakan apa yang penting saja. Mengingat-ingat bahwa kalian akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk terhindar dari perangkap bahwa kita akan kehilangan sesuatu. Kita semua telanjang. Tidak ada alasan untuk tak mengikuti hatimu.
Waktumu terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjadi orang lain. Jangan terjebak dengan dogma, yakni hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan riuhnya opini orang lain menenggelamkan suara hatimu.”

#Ucapan Steve Jobs dihadapan ratusan wisudawan Stanford University tahun 2005 Continue reading

Belum lama ini saya sempat melihat status unik di akun facebook salah seorang teman karib saya, begini statusnya: Di Jogja, alon-alon asal waton. Di Jakarta, alon-alon langsung di klakson. Barangkali siapapun yang pernah tinggal di Jogja kemudian pindah ke Jakarta akan merasakan hal yang sama. Saya pun begitu.

Bicara tentang Jakarta, barangkali ada benarnya perkataan teman saya tersebut. Di Jakarta yang notabene pusat pemerintahan sekaligus pusat perekonomian negeri ini memang selalu menuntut setiap orang yang ada di dalamnya untuk selalu cepat. Penduduknya yang kebanyakan para pegawai diberbagai perusahaan/institusi pemerintahan memang tidak punya pilihan selain datang secepat-cepatnya (agar tidak telat ke kantor) dan pulang secepat-cepatnya (agar bisa istirahat di rumah). Continue reading

MENGAGENDAKAN KEMATIAN

Selepas Shubuh kemarin, ditengah sayup-sayup suara bocah-bocah penghafal Qur’an yang sedang menuntaskan hafalannya, seorang pengurus masjid di dekat kos saya (Masjid Nurul Asri) menyampaikan berita duka melalui pengeras suara. Sang pengurus masjid menyebutkan satu per satu informasi, mulai dari nama, alamat, usia, pukul berapa sang almarhum meninggal dan akan dimakamkan, dan seterusnya.

Dalam sepekan setidaknya lebih dari tiga kali biasanya pengurus masjid menginformasikan berita duka, namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda buat saya. Usia sang almarhumah kali ini baru 29 tahun (biasanya enam puluhan tahun). Ya… beda lima tahunan lah dari usia saya. Siapa sangka bahwa beliau yang notabene masih berusia muda ternyata dipanggil lebih dahulu oleh ALLAH ketimbang seorang kakek yang berusia 90an tahun. Continue reading

JANGAN JADI AKHWAT NARSIS!!

Di zaman Arab jahiliyah, wanita selalu menjadi subjek kekerasan dan pelecehan kaum pria. Wanita dianggap sebagai aib bagi keluarga. Maka tidak jarang jika yang lahir dari rahim sang istri seorang anak perempuan, jawabannya adalah kubur hidup-hidup. Ini pun yang pernah dilakukan Umar bin Khattab sebelum menemukan Islam. Hal serupa pun terjadi di zaman Cina kuno. Wanita lah yang selalu menjadi objek penumbalan kepada para dewa demi menyenangkan sang dewa. Dan dalam setiap peradaban kuno posisi wanita selalu saja diletakan dalam level yang sama: 1. Sama-sama hina, 2. Sama-sama hanya dianggap symbol pelampiasan hasrat seksual kaum pria.

Islam lah yang kemudian merubah semua itu. Posisi wanita diletakkan sedemikian tinggi dalam Islam. Derajat wanita diposisikan sedemikian terhormat. Bagaimana tidak, bahkan kata Rosulullah, syurga itu adalah dibawah telapak kaki ibu. Ya, ibu. Dan seorang ibu tidak lain adalah seorang wanita. Tidak hanya itu, Islam lah yang kemudian membebaskan kaum wanita dari santapan mata-mata liar kaum pria dengan disyariatkan menutup aurat. Dan setau saya, hanya Islam yang menyediakan syariat sedemikian terhormat kepada kaum wanita.

Continue reading

Kalau saya tidak salah ingat, dua tahun lalu, ada salah seorang teman yang berujar begini, “Ki, kamu kok suka banget jalan kaki sih?! Saya nyampe capek lihat kamu kemana-mana selalu jalan kaki.” Beberapa waktu lalu, pun kisahnya hampir sama, sama-sama mengeluhkan kebiasaan jalan kaki saya, “Emang gak punya motor apa, Mas? Kok selalu jalan kaki kemana-mana.”

Dua ucapan teman-teman saya tersebut hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak keluhan orang-orang di sekeliling saya, mengenai kebiasaan jalan kaki ini. Saya jadi sering tertawa sendiri jika mengingat ucapan-ucapan tersebut. Bukannya apa-apa, saya bingung aja, “Wong yang jalan ya gue, yang capek ya gue, yang keringetan ya gue, yang panas-panasan ya gue, tapi kok jadi mereka yang pada ribut. Kayak emak-emak kehabisan duit belanja aje loe pada!” Hihihi…

Cerita sedikit nih tentang kebiasaan jalan kaki ini. Sebenarnya saya sudah memulai kebiasaan ini sejak SD dulu. Tanpa kebetulan, SD saya dulu jaraknya tidak begitu jauh dengan rumah jadi lebih asik jalan kaki atau mentok-mentok sepedaan. Kebiasaan ini berlanjut ketika saya memasuki SMP. Sedangkan SMA, saya terpaksa harus naik angkot karena jarak rumah ke SMU saya sangat jauh (tapi tetap ada jalan kakinya juga).

Continue reading

                                 (Tim KKN 167 / KKS Sibermas Gorontalo 2010)

# Tulisan Ini Pernah Saya Ikutkan Dalam Lomba XL 2010 dan Alhamdulillah Masuk dalam 10 Besar*

Oleh: Marzuki Riansyah

Gorontalo seakan telah mengintip di jendela pikiran penulis beserta 22 orang teman lain yang hendak melakukan sebuah misi ‘pembebasan’ di provinsi yang terbilang muda itu. Bagi penulis, misi keberangkatan kami ke Gorontalo memang bukan misi yang main-main. Kami hadir disana untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata sebagai bagian dari bentuk pengabdian kami sebagai mahasiswa terhadap masyarakat secara lebih nyata, dan secara khusus sebagai bagian dari prasyarat mata kuliah wajib yang harus kami ambil guna merampungkan proses belajar kami dikampus. Continue reading

%d bloggers like this: