Seorang spion dari Dinas Rahasia Israel, Mossad, diduga terlibat dalam serangan 11 September 2001. Menurut laporan dari stasiun televisi Al-Jazeera, agen spionase tersebut adalah Ali al-Jarrah (50), pria kelahiran Lebanon yang merupakan kakak sepupu salah seorang pelaku serangan teror yang menggegerkan dunia itu. Fakta baru tersebut jelas bukan persoalan sederhana, bahkan boleh dibilang suatu pengungkapan yang mengejutkan. Sudah sejak lama, bahkan sejak hari pertama setelah tragedi tersebut, sudah bermunculan teori-teori konspirasi yang mempertanyakan fakta di balik peristiwa teror itu.

Fakta itu misalnya, sebanyak 2.974 orang tewas, namun tak seorang pun warga keturunan Yahudi-Amerika menjadi korban. Padahal dari 17.400 orang yang bekerja di World Trade Center New York, sekitar 3.000 di antaranya adalah keturunan Yahudi. Presiden Amerika Serikat (ketika itu) George W Bush menuduh kelompok militan Al-Qaedah sebagai pelaku serangan. Tuduhan itu diperkuat dengan kemunculan rekaman video Usamah bin Ladin yang memuji-muji keberhasilan serangan tersebut. Diproklamirkanlah ’’perang melawan terorisme’’ oleh Bush yang ternyata kemudian malah mengacaukan geopolitik global.
Continue reading