Tag Archive: Refleksi diri


Di Mana Aku Berada?

 

Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, 

“Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupannya dapat menggilas keimanan, keimanan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan.

Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman.

Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk tapi sibuk dalam kesendirian.

Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi.

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan ada yang menangis karena kufur nikmat.

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.

Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan, dan ada pelacur yang tampil jadi figur.

Ada orang yang punya ilmu tapi tak faham, ada yang faham tapi tak menjalankan.

Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tapi tak tahu diri.

Ada orang beragama tapi tak berakhlak, ada yang berakhlak tapi tak bertuhan.

Lalu diantara semua itu dimanakah aku berada…???”

 

Dunia Tanpa Cermin

DUNIA TANPA CERMIN

karya: Shalahuddin Umar
 

Bila dunia tanpa cermin, semua samar saling merasa yang paling benar

Bila dunia tanpa cermin, semua gelap saling merasa tak pernah khilaf

Bila dunia tanpa cermin, semua kacau saling merasa berhak mengangkat pisau

Bila dunia tanpa cermin, semua berdebat saling menganggap yang paling hebat

 

Yang indah dianggap salah karena dianggap terlalu susah

Yang mudah dianggap bid’ah  karena dianggap ingkar sunnah

Yang jelas dianggap buram karena dianggap terlalu seram

Yang benar dianggap samar karena dianggap terlalu sukar

 

Aku berkata ini, kau berkata itu, mereka berkata inituinituinitu. Seperti perkutut saja!

Aku berkata kesini, kau berkata kesana, mereka mondar-mandir tak tahu arah

Aku berkata iya, kau berkata tidak, mereka  plin-plan ambil suara

Aku berkata benar, kau berkata salah, mereka saling sikut tumpahkan darah

 

Dunia tanpa cermin seperti kanvas tanpa cat warna

Seperti kertas tanpa tinta. Kata tanpa makna. Dunia tanpa agama

 

Semua berkelakar. Nyasar. Main kasar!

Tak peduli budaya samar-samar yang penting dianggap tenar

Biarpun larangan agama jelas berujar

Ah, akhirat dianggap bisa diatur entar

 

Dunia tanpa cermin layaknya ruang kosong

Yang dipenuhi hingar bingar celoteh omong kosong

%d bloggers like this: